On Saturday evening,
aku pernah ngobrol panjang lebar dengan teman lawan jenisku. kita bertukar pendapat, sharing, cerita, tentang mimpi, harapan, cita - cita. Segala yang dia katakan benar - benar membuat aku jatuh cinta, segala pendapat juga pemikirannya. Aku benar - benar jatuh cinta dengan segala yang ada di fikirannya.
Hingga sampai pada pertanyaan kompleks yang dia tanyakan "kalau kita menikah, terus aku meninggal duluan? apa yang akan kamu lakukan?"
Aku jawab, "Aku gak akan pernah menikah lagi. pernikahan hanya satu kali seumur hidup aku. I'll raise my child with my own self, dan bertahan hidup dengan semua kenangan indah yang aku punya bersama pasangan aku sebelumnya, aku gaakan bisa move on dan berhenti mencintai orang yang sudah sejauh itu sama aku."
galupa aku juga bertanya hal yang sama, dengan tambahan "apakah kamu akan menikah lagi?"
lalu ia jawab "kalau anak - anak masih kecil mungkin aku akan menikah lagi, anak - anak juga butuh seorang ibu untuk dibesarkan."~ aku sedikit lupa tentang detail jawabannya, namun inti pilihannya adalah menikah lagi, dengan alasan anak.
setelah mendengar nya, jujur aku sedikit sedih, kecewa. kenapa? kenapa aku bisa membesarkan anakku sendirian tapi dia tidak? apa karena bukan aku yang benar- benar dia inginkan sebagai pasangan?
sampai kepada salah satu postingan di sosial media yang aku temukan, postingan seorang ibu, wanita..., yang sedang menggendong anak nya yang masih bayi, dan berkata bahwa ia membiarkan suaminya menikah lagi, hanya demi anaknya.
Dari sana aku mengerti, mungkin pendapat nya tidak salah, mungkin opini itu yang sangat masuk di logika dan akal nya, dan mungkin memang setelah menikah, aku tidak bisa bersikap egois, aku tidak bisa menuntut hal - hal yang hanya untuk diriku sendiri. aku gak lagi hidup cuma untuk diriku sendiri. aku juga hidup untuk anakku.
untuk kamu, terimakasih ya sudah bertukar pertanyaan, juga memberikan jawaban penuh kejujuran yang sangat sesuai dengan keadaan.
dan pesan terbuka untuk suami ku nanti~
"Kalau aku meninggal duluan, kamu boleh menikah lagi, melanjutkan hidup at least untuk anak kita, supaya anak kita tetap punya karakter ibu di hidupnya. Tolong pilih calon ibu yang sayang sama anak kita juga ya. satu hal yang aku minta, tolong sempetin waktu untuk ziarah ke makamku, di hari ulang tahunku" :(
Komentar
Posting Komentar