Spiritual Awakening

 Yang katanya "Spiritual awakening", sebagai fase pencerahan, tapi buat aku rasanya seperti dihancurkan dari segala arah, sampai aku gatau lagi siapa diri aku sekarang. Rasanya benar benar kosong.

Aku ga tahu kapan tepatnya semua ini dimulai. tapi, satu persatu hidup mulai kehilangan bentuknya. Apa yang dulu bikin aku semangat, sekarang jadi beban. Apa yang dulu aku anggap tujuan, sekarang kabur dari pandangan. Katanya ini fase pencerahan tapi bagi aku ini lebih mirip proses dihancurkan perlahan, tanpa tau akan dibangun kembali menjadi apa.

Ga semua kehilangan terdengar. ada yang diam, tapi ngikis sedikit demi sedikit. Kayak bangun tidur tapi dada terasa berat. kaya tiba - tiba ga punya tenaga bangun dari tempat tidur. kayak gabisa ngerasain apa - apa; bahagia, sedih, semuanya datar.

kehilangan bukan cuma tentang orang atau tempat, tapi tentang rasa dalam diri yang hilang pelan- pelan, dan ga balik lagi.

Ada jenis hancur yang ga disertai air mata, tapi aku tau aku ga baik - baik aja. pikiran aku berisik, tapi aku terlalu lelah untuk menjawab semuanya. aku harus terus bertahan, tapi gatau untuk apa. rasanya kaya semua bagian dari diri aku ambruk, tapi harus tetap tersenyum, harus tetap berfungsi. karena hidup terus berjalan, mau aku sanggup atau engga.

Aku pernah percaya, pernah berharap, pernah berfikir bahwa semuanya akan berakhir baik- baik saja. tapi hidup ga selalu berjalan seperti yang dibayangkan. ada luka yang gabisa dijelaskan. ada perasaan di khianati yang gapernah sempat di bicarakan, dan ada rasa kehilangan yang bahkan gapunya nama. sekarang aku cuma bisa lihat kebelakang dan sadar "versi diri aku yang dulu, udah ga ada"

aku berdiri di tempat yang sepi. di depan, semuanya kabur. ga ada petunjuk, ga ada arah. hanya keraguan dan kecemasan yang menempel di pundak. semua orang kelihatan tau harus kemana. tapi aku? aku bahkan gak tau langkah pertama yang harus aku ambil. masa depan bukan lagi sesuatu yang ditunggu, tapi sesuatu yang menakutkan; karna aku takut ga bisa sampai ke sana.

satu per satu pergi. beberapa pamit, beberapa ga sempat. sisanya hanya berubah menjadi asing. ada yang aku kejar tapi malah menjauh. ada yang aku jaga tapi akhirnya menghilang juga. rasanya seperti semuanya ninggalin aku, dan aku satu satunya yang gatau cara ditinggalkan tanpa merasa hancur.

dulu aku pernah merasa dekat dengan tuhan. segala doa terasa hangat, segala ibadah terasa cukup. tapi sekarang, semua jadi sepi. bukan karna aku berhenti percaya tapi karna terlalu lama berharap, terlalu lama menunggu dan terlalu sering kecewa.

ada hari dimana aku cuma bisa menatap langit kosong. ga tau harus minta apalagi, rasanya kaya tuhan terlalu diam, terlalu jauh. aku tau Dia ada. tapi jarak di antara kami terasa dingin dan gak bisa disentuh.

aku ga benci Tuhan, tapi aku cuma kecewa karena rasanya aku berdoa di lorong yang terlalu panjang, tapi cahaya di ujungnya ga pernah muncul. jadi kalau sekarang aku diam bukan artinya aku menyerah tapi karena aku masih cari cara untuk percaya lagi.

tapi mungkin, duduk di tempat gelap ini juga bagian dari perjalanan. meskipun aku belum tau kapan cahayanya bakal nyala kembali,

Komentar

  1. Haii, aku mungkin ga paham apa yang kamu rasakan aku juga ngga yakin apa aku bisa bertahan sejauh itu jika ada di posisimu satu hal yang harus kamu tau kamu itu hebatt, mungkin kalimat ini terkesan pasaran tapi aku percaya "apa yang memang menjadi milikmu maka sejauh dan sesulit apapun pasti tetap menjadi milikmu".

    Kalo tidak salah ingat kamu pernah nulis di blog ini tanggal 21 agustus 2022 coba kamu baca lagi tulisan mu, mungkin kamu hanya terlalu keras pada dirimu heyy... kamu manusia ayolahh apa si yang kamu kejar sampai sejahat itu sama dirimu, jangan melihat apa yang sudah hilang dari hidupmu kehilangan itu bagian dari takdir tapi coba deh lihat apa yang masih ada disisimu. Kamu punya keluarga yang sayang sama kamu, kamu punya orang yg diam diam juga menyagimu seperti aku contohnya hehe...

    Istirahatlah kita manusia, mesin saja butuh waktu untuk mengkalibrasi ulang agar sistemnya tetap berjalan dengan semestinya mungkin kamu hanya perlu menata ulang tujuan mu. Pokoknya jangan terlalu memikirkan hal yng belum tentu terjadi, kamu hebat kamu luar biasa aku dan keluargamu, juga murid muridmu kita semua bangga sama kamu.

    Aku pernah bilang ke kamu jika suatu hari butuh tempat cerita disaat kamu merasa semua meninggalkanmu aku tetap disini Tasya Ardelia datanglah kapanpun kamu mau. Ohh iyaa juga selamat atas gelar sarjanamu yaa aku percaya ilmu yang kamu emban selama ini pasti akan bermanfaat untuk orang orang sekitarmu. Berbahagialah aku salah satu orang yang selalu ingin melihatmu bahagia meski dari kejauhan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BACA INI DEH KALO KAMU LAGI CAPE, KESEL, KECEWA, NGERASA SENDIRIAN, ATAU NGERASA GADA YANG BISA KAMU SYUKURIN DI HIDUP KAMU :)